Senin, 31 Agustus 2009

Indonesia-Filipina Segera Bertemu Bahas Senjata Pindad




Indonesia dan Filipina akan segera melakukan pertemuan untuk membahas senjata Pindad. Persoalan yang sempat muncul terkait dugaan pengiriman senjata jenis SS1-V1 ilegal yang disangkakan Filipina pun akan dibahas.

"Baru saja diperoleh informasi dari KBRI Manila bahwa mereka akan bertemu pejabat pemerintah Filipina," kata juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah saat dihubungi melalui telepon, Minggu (30/8/2009).

Pertemuan pun akan digelar secepatnya. "Rencananya minggu ini, khusus membahas masalah temuan senjata itu," jelas Faizasyah.

Pada Kamis 20 Agustus, petugas Bea dan Cukai Filipina menahan kapal Capt Ufuk. Di dalam kapal tersebut, aparat Filipina menemukan senjata 50 Pindad SS1-V1. Selain itu, kapal juga mengangkut sejumlah peralatan militer lainnya.

Jubir PT Pindad Timbul Sitompul menyatakan, senjata yang ditemukan di Filipina merupakan pesanan dari Mali dan pemerintah Filipina. Senjata-senjata itu berdokumen resmi. Sementara pihak Bea dan Cukai Indonesia mengaku hanya pengiriman senjata ke Mali saja yang memiliki dokumen.

sumber : http://id.news.yahoo.com/dtik/20090830/tpl-indonesia-filipina-segera-bertemu-ba-51911aa.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar