Senin, 28 September 2009

Antasari Mengaku Diminta Polisi Laporkan Pimpinan KPK


Antasari Azhar akhirnya buka mulut. Dia mengaku pembuatan testimoni dan pelaporan pimpinan KPK atas dugaan suap kasus Anggoro Widjojo dilakukan atas desakan pihak kepolisian.

"Mereka (penyidik) meminta pertemuan Pak Antasari dengan Anggoro dipertegas dengan membuat pernyataan. Kemudian diminta oleh penyidik untuk membuat laporan, alasannya untuk kelengkapan administrasi," jelas pengacara Antasari, Ari Yusuf Amir, di Jakarta, Minggu (27/9/2009).

Laporan dilakukan pada Juli 2009. "Laporan Pak Antasari dibuat pertama kali terkait isu suap, lalu beberapa waktu kemudian, penyidik meminta menambahkan pasal penyalahgunaan wewenang," jelas Ari.

Ari menjelaskan, Antasari awalnya berpikiran ada unsur penyalahgunaan wewenang terkait dengan suap. "Pak Antasari tidak tahu menahu soal pencabutan pencekalan," terangnya.

Ari menolak disebut bila ada deal tertentu yang dijanjikan penyidik dari kepolisian saat meminta Antasari menulis testimoni dan melaporkan teman-temannya di KPK ke polisi.

"Sama sekali tidak ada yang menguntungkan, Anda tahu bagaimana kondisi di tahanan. Pak Antasari tidak berniat melaporkan teman-temannya," tutupnya.

Dalam jumpa pers Jumat lalu, Kapolri Jenderal BHD menyatakan, pihaknya menyidik Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah atas laporan Antasari, jadi bukan berdasar testimoni belaka.

sumber : http://id.news.yahoo.com/dtik/20090927/tpl-antasari-mengaku-diminta-polisi-lapo-51911aa.html

Jumat, 11 September 2009

RI Sesalkan Aksi "Sweeping"


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyampaikan pesan yang jelas kepada Pemerintah Malaysia agar pemerintah negeri jiran itu memahami sensitivitas sejumlah isu yang dapat mengganggu hubungan baik Indonesia-Malaysia.

Meskipun tidak selalu menyangkut persoalan prinsip, isu sensitif berpotensi membangkitkan sentimen negatif masyarakat.

Presiden Yudhoyono menekankan hal itu ketika menyampaikan pengantar pada sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/9).

”Menteri Luar Negeri agar menyampaikan pesan yang jelas kepada Pemerintah Malaysia untuk betul-betul mengetahui sensitivitas terhadap isu-isu tertentu supaya tidak ada reaksi yang berlebihan. Biasanya, kita bereaksi terhadap sesuatu yang menurut kita tidak semestinya itu terjadi. Saya kira perlu disampaikan pesan yang terang dengan bahasa yang baik, tetapi juga tegas, bahwa ini demi menjaga hubungan baik kita, hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.

Menurut Presiden, sejumlah isu, antara lain penggunaan tari pendet dari Bali dalam iklan pariwisata Malaysia serta klaim terhadap beberapa produk budaya Indonesia, sebenarnya bukan tergolong persoalan prinsip, melainkan sensitif. Persoalan yang dinilai prinsip antara lain masalah batas negara, karena hal ini menyangkut kedaulatan bangsa.

Soal ”sweeping”

Terkait sejumlah isu sensitif, Presiden juga meminta masyarakat tidak merespons dengan melakukan tindakan eksesif atau berlebihan, apalagi melawan hukum, misalnya dengan melakukan sweeping terhadap warga negara Malaysia.

”Sweeping bukan langkah yang terbaik, tetapi justru memunculkan masalah baru. Pemerintah sebenarnya telah menjalankan tugasnya, kita melakukan protes, aksi diplomatik. Pemerintah bekerja, Eminent Person Group juga bekerja, jadi tidak perlu ada tindakan-tindakan yang berlebihan,” ujar Presiden.

Eminent Person Group dibentuk Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia, ketika itu Abdullah Badawi, untuk mengelola, memelihara hubungan baik, serta mencari solusi atas masalah-masalah yang terjadi dalam hubungan kedua negara.

Terkait aksi sweeping warga Malaysia yang terjadi sekitar dua jam di sekitar Jalan Diponegoro itu, juru bicara Departemen Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, membenarkan bahwa Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar, Rabu (9/9), telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Pada pertemuan itu, seperti juga dilaporkan Bernama, Menlu Malaysia Anifah Anam menyampaikan posisi Malaysia terkait beberapa isu yang membuat hubungan kedua negara agak tegang. Termasuk di antaranya aksi sweeping terhadap warga Malaysia di Jakarta, yang menurutnya bisa memicu konflik antara rakyat kedua negara.

Wajar bermasalah

Menyangkut hubungan kedua negara, Presiden Yudhoyono mengingatkan, karena Indonesia dan Malaysia bertetangga dekat, mitra utama, dan bangsa serumpun, wajar jika kerap muncul masalah.

”Kalau dengan negara di Eropa Barat atau Amerika Latin atau Afrika tidak pernah ada masalah, itu lebih karena jarang bertemu, jarang berinteraksi, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Presiden menuturkan, penyelesaian yang baik atas beragam permasalahan yang muncul dalam hubungan Indonesia-Malaysia juga amat diharapkan oleh 1,8 juta warga negara Indonesia yang saat ini tinggal di Malaysia untuk bekerja atau studi.

Menyangkut klaim Malaysia atas produk budaya Indonesia, Presiden mengatakan, pemerintah juga memperjuangkan melalui upaya untuk mendapatkan pengakuan internasional. Dicontohkan Presiden, pada 2 Oktober nanti, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) akan menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.

Dua produk budaya yang sudah lebih dulu diakui UNESCO berasal dari Indonesia adalah wayang (2003) dan keris (2005).

”Ini cara yang paling baik. Pemerintah terus berupaya, setelah wayang, keris, dan sebentar lagi batik menjadi warisan budaya dunia asal Indonesia. Masih ada lagi angklung, sasando, dan sebagainya. Rakyat harus memahami bahwa pemerintah juga terus bekerja untuk itu,” kata Presiden.

sumber : http://id.news.yahoo.com/kmps/20090911/twl-ri-sesalkan-aksi-sweeping-70701a2.html

Rabu, 09 September 2009

Gempa Terjadi Menerus karena Lempeng Cari Keseimbangan


Gempa berkali-kali melanda Indonesia belakangan ini dalam waktu yang relatif dekat. Berawal di Tasikmalaya, Yogyakarta, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Toli-Toli, dan disusul Bengkulu, dengan kekuatan bervariasi. Mengapa gempa sering mampir?

"Indonesia ini kan wiayah pertemuan tektonik besar yaitu tempat pertemuan lempengan Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik yang bertemu di Laut Banda. Tempat pertemuan antarlempeng di sekitar itu berpotensi melepaskan energi yang kita sebut sebagai gempa," ujar Kepala Balai Besar II BMKG yang membawahi Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan, Suhardjono, ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (9/9/2009) pukul 09.00 WIB.

Suhardjono menuturkan, layaknya seperti bermain tarik tambang, maka jika salah satu tali putus maka yang lain akan mencari keseimbangan.

"Tempat pertemuan itu saling dorong-dorongan dan ketika terjadi pelepasan di satu lokasi, maka yang lain akan menuju ke keseimbangan yang baru dan akan bergerak terus sehingga berpengaruh ke pertemuan lempeng yang lain," jelasnya.

Pelepasan energi itu, lanjut Suhardjono, sebenarnya terjadi setiap hari. "Kalau secara alami, Tasikmalaya migrate ke titik lain, ke Yogya, Bengkulu, Aceh, dan lain-lain selama flat bergerak terus," ceritanya.

sumber : http://id.news.yahoo.com/dtik/20090909/tpl-gempa-terjadi-menerus-karena-lempeng-51911aa.html

Senin, 07 September 2009

Dampak Gempa Garut Paling Parah di Jabar


Kabupaten Garut menderita kerusakan paling parah dibandingkan kabupaten lainnya di Jawa Barat akibat dampak gempa yang terjadi Rabu lalu, Bupati Aceng H.M Fikri mengatakan.

Menurut data sementara, gempa berkekuatan 7.3 pada Skala Richter tersebut menewaskan sembilan orang dan mengakibatkan kerugian senilai lebih dari Rp1 triliun, ungkapnya kepada Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof Bambang Sudibyo di Garut, Minggu.

Dari sekurangnya 28.817 bangunan yang mengalami kerusakan, 2.925 diantaranya hancur, 6.911 rusak berat, 3.817 rusak sedang, serta 15.344 rusak ringan. Gempa tersebut juga menyebabkan 19 korban luka berat dan 120 luka ringan, katanya.

Selain itu 180 masjid rusak berat, 78 rusak sedang, 182 rusak ringan, dan 689 ruang kelas sekolah juga rusak, sehingga kerusakan tersebut menyebabkan kerugian Rp40,589 miliar.

Sebanyak 257 SD, SMP dan SMA rusak, yang meliputi 154 SD dengan 462 ruang kelas rusak berat, 46 SD dengan 94 ruang rusak sedang serta 43 SD dengan 86 ruang kelas rusak ringan. Disusul dua SMP dengan 14 ruang kelas rusak berat, dua SMP (10 ruang) rusak sedang dan dua SMP (2 ruang) rusak ringan, katanya.

Kemudian dua SMA (6 ruang) rusak berat, dua SMA(2 ruang) rusak sedang serta tiga SMA (15 ruang kelas) rusak ringan, ungkapnya.

Sementara itu, Mendiknas Bambang Sudibyo mengemukakan, akan segera melakukan verifikasi tingkat kerusakan tersebut, termasuk secepatnya mendatangkan ahli konstruksi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk meneliti bangunan yang nampak utuh, namun tak mustahil bisa membahayakan.

Pihaknya akan membantu merehabilitasi hanya bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat, sedangkan kerusakan sedang dan ringan diharapkan bisa ditanggulangi gubernur dan bupati setempat, karena secara keseluruhan kondisi sarana pendidikan tersebut merupakan tanggungjawab bupati, ujar Menteri Sudibyo.

Menteri mengharapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) anak didik tidak terhambat dan dapat terus jalan, meski untuk sementara mereka harus menempati ruangan lain. Belajar merupakan hak azasi anak didik, katanya seusai menyerahkan bantuan peralatan sekolah seperti tas dan buku.

sumber : http://id.news.yahoo.com/antr/20090906/tpl-dampak-gempa-garut-paling-parah-di-j-cc08abe.html

Kamis, 03 September 2009

Korban Berjatuhan di Tangga Darurat




Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang terjadi di Tasikmalaya turut mengguncang Ibu Kota. Ribuan warga panik. Bahkan sejumlah orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Mereka yang dilarikan ke rumah sakit mayoritas adalah korban luka yang terjatuh saat menyelamatkan diri di tangga darurat gedung.

Seperti yang dialami sejumlah mahasiswa Perbanas. Sedikitnya delapan mahasiswa di kampus itu dilarikan ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) akibat terinjak-injak di tangga darurat kampus. "Kondisi sangat panik, semua rebutan untuk turun," kata Risang, 21, Wakil Presiden BEM Perbanas.

Ia berkisah, getaran hebat yang mengguncang gedung kampus di kawasan Kuningan itu membuat ratusan mahasiswa berhamburan ke tangga darurat untuk menyelamatkan diri. "Lantai lima bergetar. Banyak yang keinjek-injek. Buku dan spatu berjatuhan," ujarnya.

Vera, 20, mahasiswi Manajemen Perbanas, juga menyampaikan hal senada. Kepanikan membuat suasana tangga darurat mencekam. Ia pun dilarikan ke rumah sakit lantaran menderita luka memar dan kram. "Semua berdesakan karena panik," ujarnya.

Sementara seorang pengusaha yang berkantor di Gedung Patra Jasa, Abdul Wahab, tewas setelah berhasil turun dari lantai 22. Pemilik perusahaan PT Onasis itu menderita serangan jantung setibanya di lokasi evakuasi.

Gempa yang terjadi pada pukul 14.55 itu berlokasi di 82,424 Lintang Selatan dan 107,32 Bujur Timur dengan kedalaman 30 kilometer. Letaknya sekitar 242 kilometer dari Jakarta. Gempa mengakibatkan sedikitnya 44 korban tewas di tanah air.

sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20090903/tid-korban-berjatuhan-di-tangga-darurat-bfaaf2f.html

Senin, 31 Agustus 2009

Investor Malaysia Pernah Akan Beli GWK


Taman Garuda Wisnu Kencana di Bukit Jimbaran yang merupakan salah satu ikon budaya kebanggaan Bali sempat akan dibeli oleh investor asal Malaysia. Ketika kekurangan dana tiga tahun lampau, Pemerintah Provinsi Bali membuka kesempatan investor untuk bekerja sama mengelola. Investor asal Malaysia ingin membeli sepenuhnya GWK senilai Rp 1,3 triliun. Namun keinginan investor Malaysia itu ditolak. Demikian diungkapkan Gubernur Bali Made Mengku Pastika di Denpasar, Ahad (30/8).

Sementara itu, sebuah perusahaan rekaman milik negara, Lokananta di Solo, Jawa Tengah, mensinyalir lagu kebangsaan Malaysia Negaraku mirip dengan karya seniman Indonesia berjudul Terang Bulan. Lagu tersebut direkam 1956 di RRI Jakarta atau setahun sebelum kemerdekaan Malaysia. Dalam catatan arsip Lokananta, tak tertulis jelas nama pencipta lagu. Lokananta juga tak bisa memastikan lagu itu telah diberikan Presiden Soekarno pada pemerintah Malaysia karena tak ada arsip terkait penyerahan tersebut. Selengkapnya, simak video berikut.

sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20090830/tpl-investor-malaysia-pernah-akan-beli-g-9c562ac.html

Indonesia-Filipina Segera Bertemu Bahas Senjata Pindad




Indonesia dan Filipina akan segera melakukan pertemuan untuk membahas senjata Pindad. Persoalan yang sempat muncul terkait dugaan pengiriman senjata jenis SS1-V1 ilegal yang disangkakan Filipina pun akan dibahas.

"Baru saja diperoleh informasi dari KBRI Manila bahwa mereka akan bertemu pejabat pemerintah Filipina," kata juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah saat dihubungi melalui telepon, Minggu (30/8/2009).

Pertemuan pun akan digelar secepatnya. "Rencananya minggu ini, khusus membahas masalah temuan senjata itu," jelas Faizasyah.

Pada Kamis 20 Agustus, petugas Bea dan Cukai Filipina menahan kapal Capt Ufuk. Di dalam kapal tersebut, aparat Filipina menemukan senjata 50 Pindad SS1-V1. Selain itu, kapal juga mengangkut sejumlah peralatan militer lainnya.

Jubir PT Pindad Timbul Sitompul menyatakan, senjata yang ditemukan di Filipina merupakan pesanan dari Mali dan pemerintah Filipina. Senjata-senjata itu berdokumen resmi. Sementara pihak Bea dan Cukai Indonesia mengaku hanya pengiriman senjata ke Mali saja yang memiliki dokumen.

sumber : http://id.news.yahoo.com/dtik/20090830/tpl-indonesia-filipina-segera-bertemu-ba-51911aa.html